Selasa, 26 Juli 2011

Poetry Hujan: surat cinta untuk humaira

dalam sumpah butiran Hujan cinta ku tulis surat ini

maaf
kubuka surat ini dengan kata maaf
maaf karna kelalaianku menghargai hakmu
maaf karna kelancanganku menempatkanmu dalam anganku
maaf karna kesalahanku merespon hormon dalam nadiku
maafku karena kau ada di hatiku

cinta..
jika memang ini namanya
ku harap kau tak mengenalnya
cukup aku yang menderita
di gerogoti parasit hati
bertahan hidup dalam angan palsu
menjadi penipu hati sendiri atas nafsu

kau indah, sungguh indah
karenanya aku menyesal mencintaimu atas nafsu
terkutuklah hatiku
terikat hati pada wanita yang belum hak ku..

ah.. harapan kosong
kusandarkan pada Tuhanku
semoga cukup waktuku
membangun diri hingga pantas
kelak meminangmu

maaf
aku mencintaimu

Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan olehBang Aswi dan Puteri Amirillis

Poetry Hujan: pesan hujan kepadanya

langit gelap
awan pun muram
tapi tak tercium sedikitpun bau Hujan
bau khas yang menurutku adalah percampuran debu yang terangkat karena pelepasan kalor oleh awan kumolo nimbus dan udara kering di sekitar kita

udara dingin terasa menyayat pagi
seolah hawa dingin fajar yang tertahan karena matahari yang tak kunjung datang

aku duduk menunggu di peron 6
seperti dalam keadaan telanjang
telanjang fisik?
tentu saja bukan
tetapi telanjang moral dan hati
aku tersudut dalam suasana patembayan stasiun kereta
sendiri aku aku bagai manusia purba yang tersesat
dalam uniknya zaman sekarang
itulah maksudku tentang telanjang moral
aku kehilangan diri sendiri dalam keramaian

aku telanjang hati?
ya, karna cinta tak kunjung membalas pesanku
hal ini lebih membuatku resah daripada langit yang gelap
hal ini lebih membuatku resah dibanding awan yang muram
lebih membuat resah dibandingkan angin semilir yang menyayat
lebih membuatku resah di bandingkan miskinnya moralku saat ini
aku takut miskin hati


Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan olehBang Aswi dan Puteri Amirillis