langit gelap
awan pun muram
tapi tak tercium sedikitpun bau Hujan
bau khas yang menurutku adalah percampuran debu yang terangkat karena pelepasan kalor oleh awan kumolo nimbus dan udara kering di sekitar kita
udara dingin terasa menyayat pagi
seolah hawa dingin fajar yang tertahan karena matahari yang tak kunjung datang
aku duduk menunggu di peron 6
seperti dalam keadaan telanjang
telanjang fisik?
tentu saja bukan
tetapi telanjang moral dan hati
aku tersudut dalam suasana patembayan stasiun kereta
sendiri aku aku bagai manusia purba yang tersesat
dalam uniknya zaman sekarang
itulah maksudku tentang telanjang moral
aku kehilangan diri sendiri dalam keramaian
aku telanjang hati?
ya, karna cinta tak kunjung membalas pesanku
hal ini lebih membuatku resah daripada langit yang gelap
hal ini lebih membuatku resah dibanding awan yang muram
lebih membuat resah dibandingkan angin semilir yang menyayat
lebih membuatku resah di bandingkan miskinnya moralku saat ini
aku takut miskin hati
Puisi ini diikutsertakan pada Kuis “Poetry Hujan” yang diselenggarakan olehBang Aswi dan Puteri Amirillis
terimakasih atas partisipasi sahabat dalam kuis poetry hujan...^^
BalasHapus